Toko Tani Usaha Berpeluang Menjanjikan

 

Toko tani

Toko tani yang saat ini banyak terdapat di daerah yang dekat dengan wilayah pertanian, ternyata merupakan usaha yang peluangnya menjanjikan.

Kabar baiknya, usaha yang satu ini tingkat persaingannya masih rendah. Artinya peluang untuk menguasai pasar di sebuah daerah, sangat terbuka lebar.

Meski bukan syarat mutlak, tapi keberadaan toko tani harus di dekat masyarakat yang mata pencahariannya sebagai petani. Sebab mereka adalah konsumen utamanya.

Tentang Toko Tani

Sebenarnya toko tani ada yang dirintis oleh Pemerintah yang melibatkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di serbagai daerah. 

Yang mereka jual adalah komoditas pertanian yang dipasok oleh para Gapoktan. Tujuannya adalah memperpendek jalur distribusi komoditas pertanian agar harga yang sampai ke konsumen lebih murah dari harga di pasaran (umum)

Ada juga toko tani yang dikembangkan atau didirikan oleh perorangan. Toko tani ini biasanya dikenal dengan sebutan toko pertanian.

Yang dijual oleh mereka adalah sarana produksi pertanian (saprotan) seperti pupuk, pestisida, alat-alat pertanian, pakan ternak, dan juga beberapa komoditas pertanian.

Jadi dalam artikel ini, kita disclaimer lebih dahulu, yang dimaksud dalam pembahasan toko tani ini adalah toko tani yang didirikan oleh perseorangan, tidak terkait dengan toko tani yang dirintis oleh Pemerintah.

Daerah persawahan di desa

Baca Juga : Cara Memulai Bisnis Toko Bahan Bangunan

Cara Mendirikan Toko Tani 

Kalau kamu tinggal di desa, pasti kamu berada di daerah yang areal sawah dan kebunnya luas. Mayoritas penduduknya bertani.

Kebutuhan akan sarana produksi pertanian pun cenderung stabil, terkecuali di musim kemarau, katika para petani tak bisa bercocok tanam karena pasokan air tidak ada.

Nah, bila kamu berminat merintis bisnis toko tani, ketahui dulu beberapa hal berikut ini:

1. Terpengaruh Musim

Toko tani sangat terpengaruh oleh musim. Ketika musim tanam tiba, biasanya kebutuhan sarana produksi pertanian permintaannya tinggi. Maka sebuah toko tani harus siap-siap ketika menjelang musim tanam (terutama musim tanam padi) tiba.

Stok barang menjelang musim tanam harus sudah ada, terutama benih padi, pupuk, dan pestisida. Ada juga permintaan sparepart kecil dari mesin pertanian, misalnya vanbelt traktor, oli mesin traktor, dan sebagainya.

Musim kemarau biasanya toko tani sepi pembeli, karena aktivitas pertanian terhenti.

2. Harus Siap Dengan Sistem Yarnen

Ada banyak petani yang menginginkan sistem yarnen. Itu singkatan dari bayar ketika panen. Artinya, petani ngebon barang yang diperlukan untuk pertaniannya, bayar ketika nanti panen dengan gabah kering.

Toko tani harus siap dengan keinginan petani tersebut. Tentu saja dengan kesepakatan tertentu, misalnya harga gabah untuk pembayarannya disepakati perkilonya berapa, maka nanti harus bayar sekian kilo, sesuai harga kasbon yang dia ambil dari toko tani.

Contohnya, seorang petani ngambil 1 kuintal pupuk seharga Rp, 150 ribu. Disepakati harga gabah kering untuk pembayaran adalah Rp. 5 ribu/kilo. Maka ketika panen, si petani harus membayar dengan 30 kg gabah kering.

Ada juga sistem yarnen tapi pembayaran dengan uang, tidak dengan barang. Misal, ketika musim tanam seorang petani kasbon pupuk seharga Rp. 150 rb. Nanti ketika panen,  si petani membayar dengan uang kontan sebesar Rp. 150 rb.

3. Buat Toko Tani yang Lengkap

Nila ingin mendapatkan pelanggan yang banyak, maka bukalah toko tani yang menyediakan barang secara lengkap. Apapun yang diperlukan oleh petani untuk usaha tani, ternak, dan perikanan, ada tersedia dengan stok yang cukup.

4. Ikuti Aturan Pemerintah Soal Harga Jual

Beberapa barang keperluan untuk pertanian biasanya diatur oleh Pemerintah. Misalnya harga pupuk subsidi dan non-subsidi, itu harganya diatur. Ada yang namanya Harga eceran tertinggi (HET). Toko tani harus mengikuti aturan tersebut.

Jangan coba-coba untuk melanggar aturan tersebut, sebab apabila diketahui oleh aparat hukum, hal itu bisa menjadi masalah. Bisa berurusan dengan hukum yang akan ribet akibatnya.

5. Urus Perijinan

Agar bisa menyalurkan beberapa barang kebutuhan pertanian, khususnya pupuk, biasanya diperlukan ijin. Kamu perlu mengurus perijinannya. Tidak sulit dan tidak mengeluarkan biaya. Tempuh saja sesuai dengan prosedur. 

Yang sederhana, toko tani harus punya Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa (Pemerintah Desa).

Juga toko tani harus punya ijin, terdaftar di Dinas Pertanian setempat. Urus juga ijin tersebut, agar toko tanimu bisa melayani pembayaran dengan kartu tani yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk petani di Indonesia.

kartu tani

6. Jadi Pengepul Komoditas Pertanian

Toko tani bisa juga menambah lini bisnisnya dengan jadi pengepul atau bandar yang membeli komoditas pertanian dari pertanian sekitarnya.

Komoditas yang bisa dibeli misalnya gabah kering, buah kelapa, buah musiman seperti pete, jengkol, dan sebagainya. Juga rempah seperti kapol, rinu, merica, dan sebagainya. 

Itu akan membuat toko tani semakin berpeluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Nah, sekian artikel tentang toko tani, usaha yang berpeluang menjanjikan dan saingan usahanya masih sedikit.

***

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama