Usaha Meningkatkan Hasil Pertanian Untung Lebih Banyak

Usaha Meningkatkan Hasil Pertanian
Usaha meningkatkan hasil pertanian untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Usaha Meningkatkan Hasil Pertanian untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, karena pertanian pun ada hitung-hitungan untung ruginya. Apalagi bila pertanian itu merupakan bidang bisnis yang ditekuni.

Saat ini, pertanian pun merupakan bisnis yang menjanjikan. Agribisnis istilahnya. Dengan demikian, pertanian dalam skala usaha harus menghasilkan komoditas yang dapat menutup modal yang dikeluarkan.

Pertanian tradisional, yang banyak dilakukan oleh petani di Indonesia, sebenarnya mempunyai hitungan untung rugi. Hanya satu kelebihan mereka, untung atau rugi, mereka tetap menggeluti pertanian.

Di sisi lain pertanian pun memerlukan modal. Petani harus membayar upah kerja buruh tani, sewa traktor, beli benih, pupuk, pestisida, dan sebagainya. Mereka selalu keluar modal. Di samping itu, harga-harga saprotan (sarana produksi pertanian), makin sini makin mahal harganya. Sedangkan komoditas yang mereka produksi, terutama padi, harganya fluktuasi.

Cara meningkatkan produksi pertanian
Banyak cara untuk meningkatkan produksi pertanian

Usaha Meningkatkan Hasil Pertanian

Itulah makanya, usaha pertanian - apapun komoditasnya - tetap harus menghasilkan keuntungan, atau minimal dapat menutup modal yang telah dikeluarkan.

Salah satu cara menghasilkan keuntungan dalam pertanian adalah dengan meningkatkan hasil dari komoditas yang ditanam. 

Namun untuk menghasilkan hal tersebut diperlukan beberapa cara:

1. Pengolahan Lahan yang Tepat

Sebelum ditanam sebuah komoditas pertanian, lahan terlebih dahulu harus diolah dengan tepat sesuai dengan karakter tanah dan komoditas pertaniannya.

Setiap komoditas pertanian memerlukan pengolahan lahan yang berbeda, karena karakter dari komoditasnya. Bahkan varietas komoditas pertanian kadang menuntut perlakuan lahan yang berbeda. Misalnya, untuk budidaya kelapa kopyor memerlukan pengolahan lahan yang berbeda dengan kelapa biasa, bahkan sangat berbeda dengan kelapa sawit.

Pengolahan lahan yang tepat
Pengolahan lahan yang tepat dan berbeda setiap komoditasnya.

Jenis tanah, ketinggian di atas permukaan laut,  kandungan unsur hara, selain cara pengolahan, juga berpengaruh pada hasil sebuah komoditas pertanian.

2. Gunakan Bibit Unggul

Bibit unggul jadi salah satu penentu hasil produksi komoditas pertanian. Kesalahan dalam memilih bibit akan berpengaruh besar pada hasil pertanian dan sebuah kerugian yang sulit diperbaiki, kecuali kembali dari nol lagi.

Pemilihan bibit unggul sebuah komoditas pertanian juga perlu tepat. Sebab unggul di satu tempat, belum tentu unggul di tempat yang lain. 

Jadi harus sudah terbukti bahwa bibit unggul tersebut memang cocok di tempat dimana yang akan ditanamnya.

Perlu kehati-hatian dalam membeli bibit unggul, sebab banyak penjual bibit tanaman yang menjual bibit abal-abal. Disebutkan sebagai bibit unggul padahal bukan.

Pilihlah bibit unggul bersertifikat yang berasal dari penjual yang bertanggung jawab.

3. Penanaman Bibit yang Tepat

Cara tanam yang tepat tidak sekedar bagaimana sebuah bibit ditanam pada lahan (tanah), tapi juga memperhatikan hal lain yang mempunyai pengaruh pada pertumbuhan bibit tersebut.

Penanaman bibit yang tepat bisa bermakna:

  • Telah diberi pupuk dasar
  • Jarak tanam yang sesuai
  • Ditanam pada musim yang tepat
  • Usia bibit telah mencukupi

4. Pemeliharaan yang Kontinyu

Setelah bibit ditanam dan sampai panen, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan yang kontinyu. Hal ini penting, karena selama itu tanaman akan menghadapi tantangan dari lingkungan sekitar, sehingga memerlukan penanganan agar pertumbuhannya optimal.

Pemeliharaan tanaman yang kontinyu dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

  • Pemupukan berkala dengan dosis yang tepat
  • Pembersihan lahan dari tanaman penganggu
  • Pengendalian hama dan penyakit secara cepat dan tuntas
  • Pada tanaman tertentu diperlukan pemangkasan, penjarangan, penggantian tanaman yang tidak tumbuh secara optimal

5. Pemanenan

Dalam jangka waktu tertentu, tanaman akan bisa dipanen. Pastikan pemanenan tersebut tetap menempuh cara-cara yang tepat agar tidak banyak yang terbuang.

Pemanenan yang baik dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Dipanen pada waktu usia tanaman telah mencukupi, sehingga hasilnya optimal, cukup tua untuk diambil hasilnya
  • Dipanen pada cuaca yang tepat. Usahakan pemanenan pada waktu cuaca cerah. Jangan memanen pada cuaca hujan.
  • Produksi komoditas pertanian memerlukan penanganan pasca panen yang tepat. mungkin dijemur secara cukup, disimpan pada tempat yang ideal agar menghindari kerusakan, dan sebagainya.
  • Seleksi hasil panen komoditas pertanian, memisahkan sesuai dengan gradenya.


Nah, itulah beberapa cara atau usaha meningkatkan hasil pertanian. Semoga bermanfaat.

***

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama