Cara Memulai Bisnis Toko Bahan Bangunan

Cara memulai bisnis toko bahan bangunan

Cara memulai bisnis toko bahan bangunan harus diakui memang memerlukan modal yang lumayan besar. Tapi bukan berarti hambatan bagi pemula yang ingin mengadu untung di bidang bisnis ini.

Bisnis toko bahan bangunan atau toko material memerlukan perencanaan yang matang. Sebabnya karena ini merupakan busnis yang memerlukan modal besar sekaligus potensi dan resiko yang besar juga 

Peluang bisnis toko bahan bangunan, seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, setelah pandemi mulai mereda, diperkirakan akan mengalami peningkatan lagi.

Ekonomi pulih kembali dan orang-orang mulai membangun kembali. Sektor properti, infrastruktur, juga akan menggeliat dan jadi peluang yang sangat bagus.

Tips Cara Memulai Bisnis Toko Bahan Bangunan

Nah, bila kamu berpikir untuk membuka usaha toko bahan bangunan, tentu bukan hanya soal modal yang jadi perhatian serius.

Ada hal-hal lain yang harus mendapat atensi agar bisnis toko bahan bangunan yang akan dirintis bisa berjalan lancar dan sukses.

1. Bisnis Plan

Untuk memulai usaha toko bahan bangunan yang akan melibatkan modal yang besar, tentu memerlukan perencanaan yang matang. Buatlah bisnis plan dalam bentuk dokumen.

Sebuah bisnis plan mencakup:

  • Riset pasar
  • Perhitungan modal
  • Strategi pemasaran
  • Kriteria lokasi yang diinginkan
  • Menentukan pasar dalam wilayah tertentu

Semua harus digarap dengan seksama dan riil, sehingga ketika direalisasikan tidak jadi meleset atau malah menimbulkan kerugian.

Bila kamu tidak terlalu paham dengan cara membuat bisnis plan, kamu bisa menyewa ahli atau konsultan bisnis. Tentu saja harus keluar uang untuk membayarnya.

2. Pilih Lokasi di Daerah yang Punya Potensi Berkembang

Tips pertama, dari siapapun, tentang lokasi toko bahan bangunan,  pasti pilihlah tempat yang strategis.

Berada di tepi jalan, mudah diakses oleh calon pelanggan. Namun, ada yang lebih dari itu. Mungkin ada baiknya bila kamu mengetahui tentang RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) yang dibuat oleh Pemerintah di daerahmu.

Tujuannya adalah untuk mengetahui rencana Pemerintah dalam membangun daerahnya.

Dari sana kamu akan tahu di daerah mana yang diijinkan untuk perumahan, kawasan bisnis, daerah areal hijau, dan sebagainya.

Kamu tidak akan salah dalam menentukan lokasi di mana kamu akan membuka toko bahan bangunan.

Toko bahan bangunan yang akan dirintis harus berada di lingkungan yang potensi pembangunannya akan berkembang.

Mungkin saat ini belum terlalu ramai, tapi satu-dua tahun ke depan akan berkembang menjadi ramai dengan perumahan, misalnya.

Jangan memilih daerah yang saat ini ramai tapi dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi sepi karena pengembangan wilayahnya sudah jenuh atau diperuntukkan untuk fungsi yang berbeda.

Toko Bahan Bangunan

3. Perhatikan Infrastruktur Pendukung

Sebuah bisnis saat ini akan banyak didukung oleh ketersediaan infrastruktur pendukung yang diperlukan.

Misalnya, bagaimana akses jalannya, pasokan listrik, air, telepon, dan juga internet.

Itu penting diperhatikan karena akan memberikan kelancaran pada bisnis toko bahan bangunan yang akan dirintis.

Jangan hanya melihat keperluan yang relevan untuk saat ini saja, namun lihat di masa yang akan datang.

Jaringan internet yang saat ini mungkin kamu pikir kurang relevan dengan bisnis toko bahan bangunan, ke depannya bisa saja memegang peranan penting. 

Sudah ada kecenderungan orang belanja apapun dengan cara online. Belanja bahan bangunan dengan cara online, ke depannya akan jadi hal yang biasa. 

Bila di lokasi toko bahan bangunanmu jaringan internetnya kurang bagus, bisa jadi hambatan yang serius di masa yang akan datang.

Baca juga : Membuka Usaha Toko Kelontong Sederhana di Rumah

4. Luas Lahan Harus Mencukupi

Ketika merintis toko bahan bangunan, yang harus diperhitungkan tidak hanya untuk bangunan tokonya saja. Namun perlu diperhatikan untuk gudang, tempat parkir dan garasi mobil angkutan.

Mungkin kamu merintis toko ini dari kecil, namun kalau dicita-citakan berkembang, luasan lahan untuk keperluan tersebut harus dipikirkan sejak awal. Jangan sampai nanti sudah berkembang malah kesulitan soal lahan.

Jadi keperluan untuk usaha toko bahan bangunan ini adalah:

  • Bangunan toko
  • Bangunan gudang
  • Garasi kendaraan
  • Lahan parkir yang memadai
  • WC 
  • Mushola
  • Tempat istirahat karyawan (untuk menginap bila ada karyawan yang jauh domisilinya).

5. Urus Perijinan

Pentingnya mengurus perijinan agar usaha kamu terlindungi secara hukum. Beberapa perijinan yang mesti diurus untuk usaha toko bahan bangunan, antara lain:

  • Surat Ijin Usaha
  • Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Kalau berbadan usaha lebih baik lagi misal CV, PT, atau UD.

Mengurus perijinan itu bisa dilakukan sendiri dengan mudah dan tidak banyak mengeluarkan biaya.

Untuk membayar kewajiban pajak, urus juga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang bisa didapat secara gratis dan bisa online ketika mendaftarnya.

6. Modal 

Seperti yang disebutkan di atas, bisnis atau usaha toko bahan bangunan memerlukan modal yang besar.

Selain untuk lahan, bangunan, dan barang dagangan berupa produk yang diperlukan untuk properti, juga harus memiliki kendaraan sendiri untuk mengangkut material (barang) yang dibeli konsumen ke tempatnya.a

Secara kasar, analisa usaha toko bahan bangunan. sebagai berikut:

Modal Bisnis Toko Bahan Bangunan

No Pos Biaya Total (Rp)
1 Lahan, bangunan toko dan gudang 300.000.000
2 Mobil Pick Up (Baru) 160.000.000
3 Rak dan Lemari 15.000.000
4 Komputer/Laptop/Aplikasi Kasir 10.000.000
5 Meja dan kursi 3.000.000
6 Instalasi Listrik 3.000.000
7 Papan Nama Toko (Neon box) 1.500.000
Jumlah 492.500.000

Biaya Operasional Bisnis Toko Bangunan

No Pos Biaya Total (Rp)
1 Gaji 2 orang Karyawan 6.000.000
2 Listrik 200.000
3 Barang dagangan (Material) 300.000.000
4 Lain-lain 3.000.000
Jumlah 309.200.000

Break Event Point

Maka modal yang diperlukan adalah:

Rp. 492.500.000 + Rp. 309.200.000 = Rp. 801.700.000 (Delapan ratus satu juta tujuh ratus ribu rupiah). Hampir satu milyar.

Perputaran uang setiap bulannya diasumsikan sebesar Rp. 400.000.000

Dengan margin keuntungan 10 persen, maka keuntungan setiap bulannya bisa mencapai Rp. 40.000.000. 

Dikurangi biaya rutin untuk gaji karyawan, listrik, dan lain-lain sebesar Rp. 9.200.000. Maka keuntungan bersihnya adalah Rp. 40.000.000 - Rp. 9.200.000 = 30.800.000.

Dengan keuntungan sebesar itu, diperkirakan balik modal dalam waktu 26 bulan. 

Sumber Modal

Saya seorang yang konservatif dalam soal keuangan. Maka, saran untuk modal mendirikan toko bahan bangunan ini sebaiknya gunakan modal sendiri.

Lebih baik menjual beberapa aset yang kurang produktif untuk dijadikan modal, dari pada meminjam ke bank atau ke perseorangan.

Memulai usaha dengan modal sendiri, di mana penghasilan belum bisa dijadikan pegangan, karena usaha belum stabil, akan psotif terhadap usaha itu sendiri.

Kamu bisa fokus pada pengembangan usaha dari mesnyisihkan keuntungan. Meski mungkin agak lambat berkembang, tapi lebih baik daripada berurusan dengan cicilan tiap bulan ke bank.

Hindari meminjam modal pada tahap merintis ini. Bangun saja sesuai dengan kemampuhan dahulu, kemudian dikembangkan secara bertahap.

Boleh juga joinan modal dengan rekan bisnis yang terpercaya dengan perjanjian yang mengikat. Ingat perjanjian itu harus mencakup tidak hanya soal pembagian keuntungan, tapi juga menyangkut kerugian bila usaha tidak berjalan seperti harapan.

Nah, itulah beberapa hal tentang cara memulai bisnis toko bahan bangunan. Memang memerlukan modal yang besar, namun keuntungannya juga besar. Salam bisnis sukses!

***

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama